Kamis, 30 Maret 2017

NASEHAT SEHAT



DULU.....
Aku adalah anak jagoan yang pandai menahan lapar, jam berapapun aku makan tak perlulah kuatur....
SEKARANG.....
Semenit saja aku coba menahan lapar, kepalaku langsung oleng tak karuan.......

DULU.....
Aku adalah si pemamah biak yang hebat, apapun akan aku makan asalkan aku suka rasanya....
SEKARANG.....
Pantangan makanan ku banyak sampai orang lain yang tak merasakan sakitnya mengataiku 'LEBAY'.....

DULU.....
Aku adalah manusia hebat yang tak butuh obat kecuali kondisi darurat......
SEKARANG......
Aku harus minum therapy obat berbulan-bulan lamanya.......

DULU......
Aku bisa memasukan apapun kedalam perutku tanpa peduli thoyib atau kandungan gizinya....
SEKARANG.....
Aku takut makan A karena begini dan aku tidak makan B karena begitu.......

DULU......
Aku si pembangkang ulung yang jika dinasehati makan cukup tersenyum.....
SEKARANG......
Semua nasehat-nasehat orang tersayang  itu selalu  terngiang di telingaku....


La illaha illa anta subhanaka inni kuntu minadzholimin.....
Ya, aku memang telah menzholimi diriku selama ini.....
Tapi tak apalah aku sakit, ini memang teguran.....
Semoga Allah menghapus dosaku....
Memberiku kesabaran, kekuatan dan kesehatan kembali......
Kan kuambil ibrah ternyata sehat itu bukan tentang  jangka waktu pendek saja  yang jika aku makan pedas yang berlebih maka aku akan langsung sakit perut ternyata sehat itu juga ialah sesuatu hal yang dijaga dalam rentang jangka panjang...... soooo jagalah kesehatan sedari sekarang, jangan menunggu sakit ;)

Di awal pembuka Jum'at

MYW

Selasa, 21 Maret 2017

MELEWATI ORANG YANG SEDANG SOLAT ???



  *MELEWATI ORANG YANG SEDANG SHALAT*
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 *Tanya Jawab*
*Grup WA Bimbingan Islam T06*
 *Pertanyaan* 
بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
Afwan Ustadz, ana ingin bertanya.
Apa yang harus dilakukan, jika tiba di masjid, dimana saat itu ada yang sedang melaksanakan sholat sunnah tapi ana mau lewat, sedangkan tidak ada pembatas yang bisa digunakan.
Begitu pula jika kita terlambat tiba di masjid sementara jamaah sudah mulai shalat. Bagaimana ana bisa melewatinya. Sementara kalau tidak dilewati berarti ana sholat didepan jamaah.
Jazaakumullahu khayran Ustadz atas jawabannya
(Sahabat BiAS T06 G-XX)
 *Jawaban* 
Wa'alaikumussalam warahmatullah wabarakatuh
Jika ia shalat sunnah, maka letakkan sesuatu di hadapannya kemudian lewatlah di sebelah barat batasan/sutrah tersebut.
Namun jika shalatnya shalat jama'ah tidak mengapa kita melewati depan makmum. Yang tidak boleh ketika shalat jama'ah adalah lewat di depan imam. Karena sutrah ketika itu menjadi kewajiban imam. Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu berkata :
أَتَانَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَنَحْنُ فِي بَادِيَةٍ لَنَا وَمَعَهُ عَبَّاسٌ فَصَلَّى فِي صَحْرَاءَ لَيْسَ بَيْنَ يَدَيْهِ سُتْرَةٌ وَحِمَارَةٌ لَنَا وَكَلْبَةٌ تَعْبَثَانِ بَيْنَ يَدَيْهِ فَمَا بَالَى ذَلِكَ
"Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendatangi kami dan kami sedang berada di gurun, bersama kami dan Beliau ada ‘Abbas. Lalu Beliau shalat di padang pasir dan di hadapannya tidak ada sutrah. Di hadapannya  keledai betina dan anjing betina kami bersenda gurau, dan dia tidak mempedulikannya."
(HR. Abu Daud : 718, dihasankan oleh Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam Ta’liq Musnad Ahmad No.1965).
Hadits ini mengisahkan Nabi tidak mengambil sutrah, namun dalam riwayat lain disebutkan bahwa di hadapan beliau ada tombak kecil yang dijadikan sutrah.
Kesimpulannya jika imam sudah mengambil sutrah, maka boleh kita lewat di hadapan makmum jika ada keperluan seperti mau bergabung ke shaf shalat, atau karena wudhu kita batal lalu kita berjalan keluar, melewati barisan yang seperti ini tidak mengapa sebagaimana yang dilakukan oleh sahabat Ibnu Abbas radhiyallahu 'anhu.
Wallahu a'lam
Dijawab dengan ringkas oleh :
 Ustadz Abul Aswad Al-Bayati حفظه الله
 Jum'at, 10 Rabi'ul Awwal 1438 H / 09 Desember 2016 M
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 http://bimbinganislam.com/
◽ Fanspage : Fb.com/Info.BimbinganIslam
 Telegram Channel :
http://bit.ly/TanyaJawabBiAS

MAKNA HIJRAH


  *MAKNA HIJRAH*
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 *Tanya Jawab*
*Grup Admin Bimbingan Islam*
⏳ *Pertanyaan* ⏳
بسم اللّه الرحمن الر حيم
السلام عليكم ورحمةالله وبركاته
Ustadz, apakah hijrah yang dimaksud dalam kitab Syarah Riyadhus Shalihin *"Nuzhatul Muttaqin"* hadits ke-1, adalah hijrah secara fisik saja atau bisa hijrah meninggalkan pekerjaan yang banyak syubhatnya?
Atau hijrah dari yang tadinya berbusana minim menjadi busana syar'i?
Jazaakallahu khayran
(Dewi Febriani, Admin T04)
⌛ *Jawaban* ⌛
وعليكم السلام و رحمة الله وبر كاته
Bismillah
Hijrah dengan segala maknanya, termasuk lahir maupun batin.
Kalau lahir ya seperti yang disebutkan itu, busana minim ke syar'i, lokasi menolak sunnah ke welcome sunnah, pekerjaan penuh syubhat ke halalan thoyyiban.
Atau yang batin seperti tekstual hadits diatas, taubat dalam hal niat yang dulunya sembrono dalam niat, berubah menjadi lebih peka dan selalu sadar untuk niatkan hanya lillahi ta'ala.
Termasuk juga yang dulunya melakukan pekerjaan baik "hanya" sekedar rutinitas tanpa niat, sekarang jadi peka niat. Misal bikin kopi untuk suami yang merupakan rutinitas sehari-hari, akhirnya setiap bikin kopi diniatkan dengan sadar untuk melayani suami dan mengharap ridho Alloh.
Wallohu A'lam
Wabillahit Taufiq
Dijawab dengan ringkas oleh :
 Ustadz Rosyid Abu Rosyidah حفظه الله
 Senin, 06 Rabi'ul Awwal 1438 H / 05 Desember 2016
〰〰〰〰〰〰〰〰〰
 http://bimbinganislam.com/
◽ Fanspage : Fb.com/Info.BimbinganIslam
 Telegram Channel :
http://bit.ly/TanyaJawabBiAS