Rabu, 17 April 2013



“Kadang kau harus meneladani matahari. Ia cinta pada bumi; tapi ia mengerti; mendekat pada sang kekasih justru membinasakan.”
Salim A. Fillah

Tak ada KEBETULAN dalam KAMUS IMAN (NAI)




Pernahkah terfikirkan bahwa saat kita terbangun kembali di pagi hari, disana Allah telah memberi kita kepercayaan istimewa untuk “kembali hidup” dihari itu, agar kita mempersiapkan diri, memperbanyak bekal untuk sebuah hari yang tak ada naungan kecuali Rahamat dan Syafaat-Nya nanti.

Kita terlahir lagi dalam satu kesempatan waktu yang sama untuk memperbaiki diri dari masalalu, mencari bekal sebanyak-banyaknya bekal, karena Akhirat itu Abadi dan tiada Akhir. Jadi jangan awali pagimu dengan mengeluh meski cahaya matahari itu memudar dan padam. Tentu ada alasan kenapa tuhanmu membangunkanmu lagi tadi pagi bukan?

Mari berhenti sejenak untuk melihat kembali jalanan yang telah kita lalui. Jika saja, saat ini engkau sedang berlari mengejar Dunia, maka sadarilah bahwasannya engkau saat ini sedang berlari ke arah yang berlawanan dengan kebahagiaan, kebahagiaan yang sesungguhnya.

Kebahagiaan itu di hatimu, dimana kesederhanaan adalah rahasianya. Ia tidak terletak di puncak gunung Himalaya atau di puncak manapun. Justeru ia bertebaran di setiap jalanan dan persimpangan yang engkau lewati menuju puncak yang engkau tuju itu.

Dunia ini luas dan telah Allah cukupkan untuk seluruh mahluk-mahluk-Nya. Tapi ia akan terlalu sempit bagi satu manusia yang serakah dengan segala obsesinya. Kebahagiaan di Dunia ini hanyalah nuansa tidak nyata, karena kebahagiaan yang sesunguhnya itu bukan di sini tapi di sana, di akhirat kelak.

Sungguh tidak pernah ada kata kebetulan dalam kamus Iman, setiap orang yang datang di kehidupan ini telah ada dalam perencanaan dan pengetahuan Allah SWT yang sempurna. Keseluruhan hidup ini adalah rangkaian peristiwa-peristiwa yang saling berkaitan, maka tegaklah. Tetaplah berdiri seperti pilar-pilar yang tetap kokoh meski istana harapan seperti runtuh, ingatlah bahwa cinta dan kebencian itu adalah tenaga spektakuler yang bisa kita arahkan..!

Pertemuan, perpisahan, cinta, luka dan apapun itu akan menjadi hal yang manis jika engkau menyadari bahwa itu adalah rencana dari Allah sebagai salah satu hadiah dari bagian scenario-Nya, untuk keindahan masa depanmu di Akhirat.

Jika dunia ini tidak cukup untuk menerjemahkannya, maka segera rubah focus fikiran kepada negeri akhirat sebelum dunia benar-benar membutakan penglihatanmu.

Jika kita tdak tahu jalan, kemungkinan besar kita akan tersesat. Sungguh, jika kita tersesat di kota dunia ini, akan kita temui banyak pilihan. Tapi tersesat di negeri akhirat tidak ada pilihan selain Neraka yang kekal.

Sederhana saja; Tuhanmu tidak memenuhi semua keinginanmu di dunia ini karena dunia ini terlalu sempit dan sebentar, dan itu tidak akan cukup untuk memenuhi semua syahwatmu terhadapnya. Hingga sebagian do’a mu dikabulkan di akhirat kelak, di dalam Syurga-Nya yang luas dan abadi .

Saat gerimis khawatir mulai bertaburan menuruni senja di hatimu, jika harapan itu seakan hilang dan semua seakan menyalahkanmu, maka perhatikanlah... perhatikanlah lagi dan pahami, bahwa ini bukanlah akhir dari jalanan ini, jika kehidupan ini pun berakhir, maka kematian pun bukan akhir tapi awal dari kehidupan yang sebenarnya.

Dunia ini tidak akan selamanya ramah, dunia ini tidak selamanya menari dengan keinginan kita. Teguhkanlah hatimu, dan tetap tabahlah. Jika pun keseluruhan Dunia ini adalah penderitaan, tetap Dunia ini akan berakhir. Sedangkan Neraka itu abadi. Maka jangan sekali-kali menukar kesenangan sesaat di Dunia ini dengan tangisan abadi di Akhirat kelak. Hidup yang sebentar ini memang bukan untuk main-main, dan kita harus segera dewasa.
Kita memang terlahir dari masa lalu, tapi kita tetap hidup di hari ini dan untuk besok, jangan biarkan masa lalu itu mengganggumu dan menjerat langkah langkahmu. Lupakan hari yang udah terlewati, dan abaikan saja setiap getaran yang masih tersimpan.

Kita semua berdiri di hari ini, sebuah 'situasi' yang dulu kita sebut masa depan..
Allah telah meletakan kedua mata kita di depan, agar kita melihat ke depan, karena melihat kedepan lebih penting dari pada melihat ke belakang.

Lukislah hari ini seindah mungkin, karena jejak kita hari ini akan menjadi masalalu yang nanti akan kita kenang. Ciptakan kenangan yang indah untuk masa depan kita kelak, di Akhirat.

Berfikirlah sebelum melangkah, karena jika kita pergi ke suatu tempat yang tidak kita ketahui, maka pasti kita akan berhenti 'disuatu tempat' yang tidak kita ketahui juga.. lebih baik berfikir dua, tiga kali sebelum melangkah daripada dua, tiga kali menempuh jarak yang sama..

Segera dewasalah wahai engkau yang di sana, kita tak lama di dunia ini. Dunia ini bukan panggung komedi, management kematian harus segera dipersiapkan, sebelum peluru kematian yang saat ini melesat tiba di hadapanmu. Saat itu kita tidak bisa mengelak, semuanya telah terlambat.

Waktu kita tidaklah banyak. Memang berat, dirimu bersungguh-sungguh saat semua teman-teman bercanda-canda dalam kelalaliannya. Namun waktu terus bergeser, mari kita belajar untuk menghargainya. “Kita memang tidak akan pernah bisa menjadi sempurna, tapi kita bisa terus mencobanya”.

Saat kita terjebak macet, sementara jam sudah bergeser 5 menit dari jadwal kerja kita. Di sanalah kita benar-benar mengetahui dan merasakan, betapa harga 5 menit tersebut. Tanpa kita sadari macet ingin mengingatkan kita, begitu banyak waktu berharga kita yang terbuang sia sia dalam 24 jam keseharian kita bukan?

Manfaatkan waktu dengan cerdas, berfikirlah sebelum melangkah.
Berfikirlah dua-tiga kali, agar jangan dua-tiga kali menempuh jarak yang sama.
Seperti pepatah bijak yang mengatakan “Jika kita pergi ke suatu tempat yang tidak kita ketahui, kemungkinan kita akan berhenti di suatu tempat yang tidak kita ketahui juga”.
http://www.nai-foundation.com/2013/04/tidak-ada-kebetulan-dalam-kamus-iman.html

Senin, 08 April 2013

maa fi qalbi ghayrullah....


ieyqaadam:
bila kau memiliki Tuhan, kau akan memiliki segala.
dan kau harus selalu percaya, selagi Dia ada, kau tak akan pernah kehilangan apa-apa.
:)
Allah, cukuplah Kau bagiku.
Source: ieyqaadam

Minggu, 07 April 2013

KECEWA.....



Kekecewaan adalah tamu yang sering mampir dikehidupan kita, ia tak ubahnya ombak yang tidak pernah lelah mengunjungi pantai, terus berdatangan, bergemuruh laksana gelisahnya lautan dan gelombang disamudera kehidupan ini.

Namun perahu itu harus kita kayuh, karena kita telah meninggalkan pantai yang indah itu dulu, dimasa remaja atau masa yang mengikutinya. Sekarang kita harus melaju, meski tidak ada lagi bekal dan semangat. Cinta yang dulu dibangun mungkin telah pudar, namun lihatlah..

Harapan itu masih ada. Dari cahaya itu kita bisa menyalakan kembali lilin-lilin lain untuk menerangi dan menemani bintang-bintang yang diam. Dan kita tatap langit. . ia masih luas. Tataplah dunia dan cari ujungnya, maka jawabannya adalah kematian.

Dengan mengarungi samudra kehidupan ini, artinya kita sedang berlayar menuju kematian kita. Haruskah kita terhenti dan membiarkan waktu menyeret kita?

Jika masalah adalah tamu yang sering berkunjung dihati kita, maka ketahuilah bahwa kekecewaan adalah buah dari pohon harapan yang pernah kita tanam di tanah yang salah. Dan sebenarnya masa itu sudah berlalu..

Jauh...
Jauh sekali, dan..
Selain rumput-rumput dan bekas bunga indah yang sekarang berubah menjadi kekecewaan itu, sebenarnya jika kita telaah disanan ada buah yang disebut hikmah.

Ah..
Apalah hikmah, apalah kisah jika ada hati yang terluka?
Haruskah luka itu dipelihara atau dihempaskan saja?
Atau inikah pertentangan?

Pertentangan dua rasa yang saling mengadu dan tidak mau bertemu. Seuntai kisah yang menjadi rantai. Rantai yang menjerat kaki kita untuk melangkah lagi. Cara terbaik adalah memutusnya, karena rantai kebiasaan itu terlalu sulit untuk dirasakan hingga ia terlalu sulit untuk diputus.

HEMPASKAN SAJA KE PANTAI..
Biarkan ia menjadi ombak yang beriak, atau gemuruh berkecamuk di tebing-tebing sepi. Karena perahu itu harus terus berlayar kedepan tanpa menoleh lagi si masalalu, seindah apapun ia.

Semoga nanti bertemu dipantai lain yang berkekalan.
"Tidak usah bersusah payah memohon untuk mengubah takdir, namun berdo'alah agar hati kita ridhaaaa dengan takdir-Nya yang maha gagah".

REHAB HATI.
nai

 http://www.facebook.com/rehabilitasi.hati?filter=1

PENYEMANGAT DARI RUMI....



Jika engkau tidak mempunyai ilmu dan hanya prasangka,
milikilah prasangka yang baik tentang Tuhan. Itulah jalannya.

Jika engkau hanya mampu merangkak, maka merangkaklah kepada-Nya.
Jika engkau tidak mampu berdoa dengan khusyu,
maka persembahkanlah doamu yang kering, munafik, dan tanpa keyakinan,
karena Tuhan, dalam Rahmat-Nya, akan tetap menerima keping uang palsumu.

Jika engkau masih mempunyai seratus keraguan mengenai Tuhan,
maka kurangilah menjadi sembilan puluh sembilan saja. Itulah caranya.

Wahai pejalan, biarpun telah seratus kali engkau ingkar janji, datang, dan datang lagi,
karena Tuhan telah berfirman :
“Ketika engkau melambung ke angkasa ataupun terperosok ke jurang,
ingatlah kepada-Ku, karena sesungguhnya Aku-lah jalan itu.”

-Jalaluddin Rumi, 1207 – 1273 M

BUTUH SEMANGAT......



Bismillaahirrahmaanirrahiim.
Assalaamu’alaykum warahmatullaahi wabarakaatuh.
Ukhtiy.. Dalam perjalanan hidup ini.. Selalu ada masa rapuh, gagal, sedih, dan putus asa.. Masa itu..
Ialah ketika rasanya badan telah remuk dalam juang. Hati telah tersayat-sayat dalam sabar. Kepala berdenyut dalam lelah. Seluruh daging terasa pegal dalam keletihan. Keringat telah mengering sebelum sempat tangan menyapu. Bahkan mungkin, air mata telah tersihir menjadi sungai..
Itulah cerita bagi kita, yang kadang lelah berjuang, dalam mempertahankan semangat dan keyakinan. :)
“Iman terbagi dua, separuh dalam sabar dan separuh dalam syukur.” (HR. Baihaqi)
Saudaraku, memang kadang cerita kita tak sama dengan mereka yang terlihat lebih beruntung dari kita. Mungkin terasa, cerita sedih selalu menyempatkan diri mampir di kehidupan kita. Entah dengan cara yang tak biasa, atau tiba-tiba saja datang tanpa peringatan. Entah berupa tak ada uang, tak ada teman, tak ada keberhasilan, atau sekadar tak ada alasan untuk tersenyum.
Kadang, kita merasa apa yang kita perjuangkan tak kunjung menampakkan wujud. Apa-apa yang kita lakukan sia-sia saja. Rasa itu kadang muncul, entah dalam bentuk kegagalan (keberhasilan yang belum tampak), ketidakhirauan khalayak, cemoohan mulut manusia lain, atau mungkin hinaan. Atau fitnah.
Terlebih-lebih.. Ketika kita telah berusaha sekuat tenaga melakukan yang terbaik, mata kanan manusia lain selalu saja tertutup untuk menilainya dengan baik pula. Walau kita tahu, tidak ada alasan untuk berhenti berniat dan berbuat baik, walau dunia tidak berpihak. Tapi mungkin, rasa lelah dan bosan itu selalu punya cara merasuki hati dan pikiran kita.
Kadang, kita merasa tiada teman untuk berbagi. Tiada teman yang mengerti apa yang kita rasa. Tiada teman untuk sekadar dipinjam pundaknya. Semua masalah dan pikiran seakan-akan mengelindan jadi satu di kerangka kepala dan rongga dada kita. Sendirian kita menanggungnya..

Lalu, bersedih adalah cara terwajar yang kita lakukan dalam menghadapi semua alasan untuk mengatakan, “Ah.. Aku lelah..”.
Saudaraku yang baik, selalu ada ALLAH Yang Mahabijak. Selalu ada ALLAH. Insya ALLAH. ALLAH Maha Penyayang, dan cara ALLAH menyayangi berbeda dengan cara manusia. Dari jumlah yang tak terbilang, setiap hamba-Nya ini disayangi-Nya dengan cara-Nya. Khusus. Eksklusif. Dan kadang menghadirkan kejutan yang tak pernah mampu kita nyana.
Dan jika ALLAH Mencintai, semuanya terasa indah, bersama-Nya.. :)

Begitu pula dengan yang hendak ana sampaikan. Mungkin, rasa lelah yang kerap datang menghampiri sela perjuangan ini adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Mungkin, rasa rapuh menghadapi kegagalan adalah bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Dan mungkin, rasa sedih karena merasa sendiri juga bentuk kasih sayang ALLAH pada kita. Bentuk itu dianggaikan dalam lima huruf paling tulus; rindu..
ALLAH rindu kita menyebut nama-Nya ketika lelah, rapuh dan sedih datang bertandang. ALLAH rindu wangi hamparan sajadah malam kita ketika napas terasa berat dan sesak. ALLAH rindu, pada kerinduan kita pada-Nya ketika cerita hidup macam tak berpihak pada kita..
Pergilah pada hambaku lalu timpakanlah berbagai ujian padanya karena Aku ingin mendengar rintihannya.” (HR Thabrani dari Abu Umamah)

Begitulah, Saudaraku.. Cara ALLAH menyayangi kita. Rintihan perih dalam sedih, bisa jadi bentuk cinta yang nyata dari-Nya. Bentuk kerinduan. Bentuk kasih sayang Yang Maha Penyayang.. :)
Mungkin baik kita perhatikan sejenak sekitar kita. Mungkin ada, yang sepertinya tak perlu berusaha banyak untuk dapat meraih sebuah kata sukses. Mungkin ada, apa-apanya dia punya, tinggal kedip mata. Mungkin ada, yang sangat mudah mendapatkan apa yang hampir tak mungkin kita dapatkan.
Sedih? Mungkin..
Tapi mungkin, ALLAH membiarkannya berbahagia di dunia? Entah itu bentuk ujian ALLAH untuknya? Apa masih mampu ia menebalkan iman di dada ketika semua kesenangan telah ada di depan mata? Apa ia masih ingat untuk bersyukur dengan berbagi? Entah.. Mereka yang tahu jawabannya.
Lantas, mungkin begitu pula cara ALLAH menjamin tiket syurga untuk kita? Dengan ujian yang mungkin ‘terasa’ jauh lebih berat dari yang lain? Dengan cerita yang jauh lebih perih dari yang lain? Dengan kisah, di mana ingatan hamba selalu pada-Nya? Maka bukankah itu tandanya Ia sayang pada kita, Saudaraku?
Bagaimana dengan mereka yang hatinya tak pernah ALLAH ketuk barang sekali? ALLAH biarkan mereka terlena dengan kesenangan dunia, dengan kekosongan iman di dadanya. ALLAH tak pilih mereka untuk menikmati nikmat terindah; Islam. ALLAH pilih kita, untuk sebuah janji yang nyata dari-Nya; syurga..
Ah.. Bolehlah ana ingatkan, diri antum dan diri ana pribadi. Mari kita bersyukur.. Setiap tangkai kisah hidup selalu punya makna. Selalu ada rahasia di balik cerita yang dirangkai-Nya. Maka cerita kita sekarang adalah sebuah nyana bahwa ALLAH masih peduli, masih berkenan mengurusi kita. Masih berkenan mengasah kesabaran, keikhlasan, kekuatan, keimanan dan ketaqwaan kita. Masih merindu, masih menyayangi kita..
Namun mungkin, dengan cara yang berbeda.. :)

Yuk, mari kita bangkit. Mari kita semangat. Apapun yang terjadi jangan pernah rasa putus asa kita biarkan bersarang di hati kita. Mari kita haramkan air mata keputusasaan menggantikan air mata kesedihan. Mari kita tanamkan di hati kita.. Bahwa..
“Laa tahzan.. Inallaaha ma’ana..” (Q.S. at-Taubah:40)

Semoga bermanfaat :)

-Safira Khansa. Senin, dini hari. 10 September 2012-

http://adekfi.wordpress.com/2012/09/10/renungan-semangat-cara-allah-menyayangi-hamba-nya/

FIRMAN TUHAN UNTUK HATI YANG GUNDAH

 
“Wahai anak Adam! Siapa yang bersedih karena dunia, hal itu hanya akan menjauhkannya dari Allah.
Di dunia dia lelah, di akhirat mendapat susah. Allah akan membuat hatinya selalu risau, selalu sibuk
berkepanjangan, miskin tak pernah bisa kaya, dan selalu diliputi oleh angan-angan.

Wahai anak Adam! Umurmu setiap hari berkurang, tapi engkau tidak mengetahui, Setiap hari Aku
datang membawa rezekimu, tapi engkau tak pernah puas dengan yang sedikit, dan tak pernah
kenyang dengan harta yang banyak.

Wahai anak Adam! Setiap hari aku berikan rezeki padamu. Sementara setiap malam para malaikat
datang pada-Ku membawa amal burukmu. Engkau makan rezeki-Ku, tapi engkau bermaksiat kepada-
Ku. Engkau berdoa kepada-Ku, maka akan Aku kabulkan. Kebaikan-Ku tercurahkan untukmu, tetapi
kejahatanmy yang sampai kepada-Ku. Sebaik-baik kekasihmu adalah Aku. Sedangkan seburuk-buruk
hamba-Ku adalah engkau. Engkau lepaskan apa yang Kuberikan padamu. Kututupi keburukanmu
setelah sebelumnya terbuka. Aku malu padamu, tetapi engkau tak pernah malu pada-Ku.

Engkau
melupakan-Ku dan mengingat yang lain. Engkau merasa takut pada manusia, dan merasa aman dari-
Ku. Engkau takut pada murka mereka dan tidak takut dengan murka-Ku.”

----Hadis Qudsi, dikutip dari kitab Kimiya As-Sa’adah karya Imam Al-Ghazali
 http://www.facebook.com/abunawasmajdub/posts/237466413065878